Connect
To Top

Terperangkap Kerja Tak Sesuai Jurusan, Ini Penyebabnya

Hanivamagazines.com – Kita pasti pernah merasakan bekerja yang tak sesuai dengan jurusan saat kuliah dahulu. Sampai akhirnya terlontarkan komentar “Ah, percuma dulu kuliah jurusan itu, kalo akhirnya gak kepake juga ilmunya”. Kira-kira apa faktor penyebabnya? Simak berikut ini.

1. Anak zaman now tidak dilatih membuat rencana hidup

Saat ada yang bertanya mau kerja apa nanti, ktia masih bingung dan masih ingin bersantai. Hal tersebut karena tidak adanya pandangan tentang hidup untuk masa depan nantinya. Alhasil, saat memasuki dunia perkuliahan, kita asal memilih saja. Padahal, jurusan kuliah itu harus direncanakan jauh-jauh hari. Bahkan sejak SMA juga sudah ada pilihan IPA atau IPS.

2. Ada kebiasaan menuruti pilihan orang tua

Memang sebenarnya niat orang tua untuk anaknya itu baik. Namun, jika terlalu nurut sama keputusan orang tua juga gak selalu bagus. Karena kadang hal ini gak cocok dengan minat kita.
Saat kita dipaksa mengikuti kuliah “X” tapi kita tidak suka dengan prospek kerjanya, pada akhirnya kita akan cari kerjaan yang berbeda dengan jurusan saat kuliah.

3. Tidak diberi kesempatan untuk eksplorasi minat saat lulus SMA

Banyak dari kita saat SMA dulu tahunya tipe pekerjaan hanya melihat dari orangtua dan orang di sekitar kita, jadinya pengetahuannya terbatas. Jika kita melihat di luar negeri, banyak dari mereka sudah diberi kesempatan untuk menjajal dunia kerja sejak SMA.

4. Kuliah karena terpaksa atau sekadar dapat gelar di undangan pernikahan

Rata-rata mahasiswa zaman now kuliah karena 3 alasan. Pertama karena bingung gak ada kegiatan, kedua karena paksaan orang tua, dan terakhir karena ingin ada gelar di undangan pernikahan.

5. Pada saat kuliah, kebanyakan senang-senang

Saat kuliah, tak sedikit mahasiswa yang lebih milih bersenang-senang daripada membangun koneksi. Menurutnya, kongkow-kongkow bareng teman-teman jauh lebih penting daripada ikut organisasi kegiatan kampus untuk tahu bakat apa yang dimiliki. Sehingga saat lulus kuliah kebingungan karena tidak ada koneksi.

6. Masih banyak tipe pekerjaan yang belum tercipta, sudah ada di luar negeri tapi masih asing di Indonesia

Harus diakui, banyaknya jenis pekerjaan yang tercipta di Indonesia belum bisa mengejar seperti di luar negeri. Jadi, kita dipaksa untuk mengikuti pekerjaan yang ada sekarang.

7. Jurusan dan peluang kerja tidak sesuai

Banyak sudah pekerjaan yang saingannya kompetitif. Ada juga pekerjaan yang persyaratannya minimal pengalaman 3 atau 5 tahun di bidang kuliahnya, hal itu tentu tidak mungkin dijangkau bagi para fresh graduated. Alhasil, usai lulus kuliah banyak yang banting setir karena tidak ada harapan untuk bekerja dibidang kuliahnya dulu.

8. Kebanyakan dosen mengajar teori, bukan praktek

Saat belajar teori di kampus, untuk menghadapi seorang klien itu harus blablabla, tapi prakteknya sangat jauh berbeda. Rata-rata dosen mengajar tidak tahu perkembangan praktek di luarnya seperti apa. Usai lulus, baru sadar kalau ternyata banyak yang tidak dipelajari saat kuliah.

9. Jurusan perkuliahan di Indonesia jumlahnya belum memadai

Saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan pekerjaan yang tidak ada jurusannya, seperti social media marketer atau online media consultant. Jadi sia-sia saat sudah membayangkan mau kerja A, B, C tapi tidak ada jurusannya. Atau jika ada jurusan yang diinginkan, pilihan universitasnya sedikit atau mahal biaya masuknya.

10. Passion dan kebutuhan hidup tidak sejalan, atau bahkan cenderung kurang

Tidak semua passion pekerjaan punya prospek yang bagus di Indonesia. Ketika sudah susah payah untuk mempelajarinya, ternyata untuk masuk ke pekerjaannya di suatu perusahaan susah banget. Akhirnya mengambil pekerjaan lain demi menyambung hidup.
 
Reporter: Bintang

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in CULTURE

  • Ijin Mengemudi Bagi Pilot Perempuan Diterbitkan Arab Saudi

    hanivamagazine.com – Arab Saudi semakin serius mendiversifikasikan rencana ekonominya dengan menghapus sejumlah hambatan kerja, khususnya bagi perempuan. Setelah membolehkan perempuan mengemudikan...

    Hanivamagazine.comAugust 30, 2018
  • Emara Superhero Perempuan Berhijab Di Film Kartun Arab

    hanivamagazine.com – Film mini seri kartun perempuan Muslim superhero, Emara, yang tayang di YouTube semakin diminati penonton mesku penampilannya melawan genre, yakni berhijab....

    Hanivamagazine.comAugust 29, 2018
  • BMKG :Gempa 5,6 SR Guncang Yogyakarta

    hanivamagazine.com – Telah rerjadi gempa berkekuatan 5,8 pada skala Richter di Gunungkidul, Yogyakarta. Gempa ini terjadi pada Rabu dini hari, 29...

    Hanivamagazine.comAugust 29, 2018
  • Perempuan Arab Ini Terancam Hukuman Mati

    hanivamagazine.com – Amnesty International untuk Timur Tengah, Samah Hadid, mendesak Kerajaan Arab Saudi agar menghentikan hukuman mati terhadap Israa al-Ghomgham dan...

    Hanivamagazine.comAugust 24, 2018
  • Karna ‘Supreme’, Koran Ini Dihargai Jutaan Rupiah

    hanivamagazine.com- Siapa yang gak kenal brand bergengsi ‘Supreme’. Setiap produk yang terdapat logo persegi panjang merah itu pasti memiliki harga yang...

    Hanivamagazine.comAugust 20, 2018