Connect
To Top

Cholidi Asadil Alam : Umat Muslim Harus Terus Gencar Memberikan Bantuan Ke Korban Gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah

hanivamagazine.com- Bencana gempa yang terjadi di Lombok dan Sulawesi Tengah yaitu Palu ,Donggala,dan Sigi membuat hati kita terenyuh untuk membantu sesama dan mengirimkan bantuan. Tak hanya pemerintah daerah maupun luar daerah yang terus menyalurkan bantuan terhadap korban gempa,namun aktor sekaligus pendakwah Cholidi Asadil Alam bersama Yayasan Askar Kauny turut andil dalam memberi bantuan berupa trauma healing dan membangun 100 rumah tahfizh.

Cholidi pun menceritakan pengalamannya kepada Haniva Magazine ketika berada di Lombok dan Palu. Ia mengatakan kondisi disana sangat membuat hatinya terenyuh dan masyarakat disana masih sangat butuh bantuan dalam bentuk apapun.

“Saya ke Lombok dua kali, tanggal 30 dan tanggal 1 ,lalu ke Palu tanggal 7 sampai 9. Saya sedih sekali saudara-saudara kita masih banyak perlu dibantu, karena nasih banyak saudara-saudara kita yang masih tidur dipengungsian. Kemarin itu,Palu hujan terenyuh lagi hati saya,”cerita Cholidi saat ditemui Haniva Magazine usai acara pemutaran film dokumenter #LenteraUntukNegeri pada Sabtu(10/11) di Setiabudi XXI,Jakarta.

Pemeran Azzam dalam Film Ketika Cinta Bertasbih ini pun mengungkapkan apa yang terjadi Palu yang tidak bisa dinalar oleh pemikiran manusia.Seperti terjadinya bencana selain gemba dan tsunami, namun juga terjadi Likuifaksi.

“Ada sebuah perbedaan bentuk bencana di Palu dan Lombok. Di Lombok itu, bencana gempa merata diseluruh wilayah namun di Palu itu, bisa satu kota mengalami tiga bencana alam. Satu tsunami,gempa dan Likuifaksi ,dan yang mengherankan kita tentang likuifaksi. Likuifaksi adalah tanah bergerak,tanah bisa membuka kemudia menutup kembali dan bergerak memutar. Jadi akibat likuifaksi rumah bisa berpindah tempat dan wilayah karena pergerakan tanah tadi. Misalnya , tadinya tidak ada pohon kelapa namun tiba-tiba ada pohon kelapa yang diketahui dari bukit lalu turun kewilayah yang lebih rendah,” ungkapnya.

Dan menurutnya, masih banyak korban yang terjebak akibat likuifaksi tersebut. Ia mengatakan dari warga sekitar pernah mendengar seseorang minta tolong dari bawah tanah.

“Dan saya dipetobo itu tercatat warga disana ada 13 ribuan orang setelah gempa yang terselamatkan hanya 4000an orang jadi 8000an orang itu terkubur dibawah tanah akibat likuifaksi tersebut,” kata Cholidi.

“Setiap sore warga disana itu sering mendengar orang minta tolong,orang ngaji, orang adzan Masya Allah.. Saat pertama kali disana, enggak sampai gak habis pikir hal itu bisa terjadi.”

Untuk itu ,ia pun mengajak seluruh umat Muslim untuk terus membantu masyarakat Lombok dan Sulawesi Tengah. Karena menurut bapak dua anak ini, masyarakat korban gempa disana masih butuh bantuan rohaniyah dan jasmani. Dan ia pun berharap umat Muslim lebih gencar lagi untuk terus membantu saudara-saudara kita korban gempa disana tanpa menyulitkan dalam penyaluran. Dan menurutnya lagi, bantuan seharusnya bisa langsung diserahkan ke mereka langsung. Dan penyalur bantuan langsung diberikan ke lokasi pengungsian.

“Saya berharap bagi penyalur bantuan jangan mempersulit mereka lah, karena mereka juga sedang sulit . Misalnya mereka butuh bantuan pangan tapi harus menunjukkan Kartu keluarga dulu ya kan menyusahkan ya, ya kalau KK mereka masih ada kalau sudah tertimbun tanah?,bagaiman?,” Katanya.

Reporter : Ranov

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in CELEBRITY