Connect
To Top

Emara Superhero Perempuan Berhijab Di Film Kartun Arab

hanivamagazine.com – Film mini seri kartun perempuan Muslim superhero, Emara, yang tayang di YouTube semakin diminati penonton mesku penampilannya melawan genre, yakni berhijab.

Film Emara pertama kali tayang di YouTube pada tahun 2017. Hijab yang dikenakannya menjadi ciri khas film kartun perempuan superhero pertama di Uni Emirat Arab ini.
Fatma Almheiri yang menciptakan karakter Emara pada tahun 2016. Saat itu dia berusia 21 tahun.

Almheiri menuturkan, di masa kecilnya dia tidak menemukan karakter film kartun yang ditontonnya di televisi, sehingga Emara menjawab kerinduannya.
“Emara merupakan superhero yang mau saya buat, yang tidak saya miliki dulu. Ini saya tayangkan untuk generasi lebih muda,” kata Almheiri. Tapi Almheiri sendiri tidak mengenakan hijab atau kerudung seperti Emara.

“Saya ingin Emara berpakaian sopan… karena… tidak ada karakter utama memakai hijab di dalam dunia super hero,” ujar Almheiri.
Untuk mengatasi kekeliruan memahami Islam dan budaya Arab,  Almheiri memutuskan menciptakan film kartun dengan karakter seorang wanita Muslim super power tanpa mengenakan celana ketat dari spandek, kulit atau memakai penutup wajah.
Untuk meraih pembaca yang lebih luas, Emara berbicara dalam bahasa Inggris dan Arab dengan dialek Emirat.
Yang mengagetkan, mayoritas penonton film mini seri Emara di YouTube justru datang dari Amerika Serikat lalu diikuti Amerika Selatan, Spanyol, dan Arab Saudi.

Kehadiran Emara menambah daftar wanita Muslim super hero dalam film kartun. Sebelumnya ada wanita Muslim super hero dari Arab Saudi bernama Latifa dan Ms. Marvel, yang dibuat oleh warga Pakistan-Amerika untuk menentang stereotipe negatif tentang wanita Muslim.
Dia sering mendapat pertanyaan kenapa tidak mengenakan cadar. Almheiri menjelaskan, sekalipun sejumlah perempuan mengekspresikan dirinya dengan cara mengenakan cadar atau hijab, namun itu bukan berarti perintah undang-undang.


“Saya kira dunia ini perlu melihat secara tepat representasi kami orang Arab karena sebagian besar dari persentase mereka keliru sepenuhnya tentang kami atau budaya kami. Saya tidak dapat menyalahkan mereka karena kami sama sekali tidak ada di media mereka. Kami tidak ada di film kartun mereka,” kata Almheiri

Almheiri pun menerima banyak pesan yang isinya mengucapkan terima kasih dari wanita-wanita Muslim dan Arab karena menciptakan film kartun Emara.

Reporter :gilz /foto CNN

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in CULTURE

  • Ijin Mengemudi Bagi Pilot Perempuan Diterbitkan Arab Saudi

    hanivamagazine.com – Arab Saudi semakin serius mendiversifikasikan rencana ekonominya dengan menghapus sejumlah hambatan kerja, khususnya bagi perempuan. Setelah membolehkan perempuan mengemudikan...

    Hanivamagazine.comAugust 30, 2018
  • BMKG :Gempa 5,6 SR Guncang Yogyakarta

    hanivamagazine.com – Telah rerjadi gempa berkekuatan 5,8 pada skala Richter di Gunungkidul, Yogyakarta. Gempa ini terjadi pada Rabu dini hari, 29...

    Hanivamagazine.comAugust 29, 2018
  • Perempuan Arab Ini Terancam Hukuman Mati

    hanivamagazine.com – Amnesty International untuk Timur Tengah, Samah Hadid, mendesak Kerajaan Arab Saudi agar menghentikan hukuman mati terhadap Israa al-Ghomgham dan...

    Hanivamagazine.comAugust 24, 2018
  • Karna ‘Supreme’, Koran Ini Dihargai Jutaan Rupiah

    hanivamagazine.com- Siapa yang gak kenal brand bergengsi ‘Supreme’. Setiap produk yang terdapat logo persegi panjang merah itu pasti memiliki harga yang...

    Hanivamagazine.comAugust 20, 2018
  • Tedja Sukma, Merangkai Aksesori Dengan Hati

    hanivamagazine.com – Menekuni sesuatu tanpa minat yang besar, ada kalanya jadi gagal berantakan. Namun, saat menemukan hal yang pas di hati,...

    Hanivamagazine.comAugust 20, 2018