Connect
To Top

Hei Para Cewek!, Pilih Berkarir Atau Ibu Rumah Tangga ?

hanivamagazine.com- Dijaman yang serba digital dan online, perempuan enggak lagi dinomor duakan. Malah, kini perempuan bisa memilih jalan hidupnya sendiri sebagai perempuan mandiri untuk menciptakan power mewujudkan mimpinya. Meskipun begitu, para perempuan tak melupakan kodratnya sebagai seorang anak, istri dan ibu didalam sebuah keluarga.

Nah, setiap perempuan pasti akan menikah dan punya anak. Tak sedikit dari mereka tetap jalani karirnya meski telah berkeluarga. Seperti para perempuan yang menyandang profesi sebagai Jurnalis, pekerjaan yang tak mengenal waktu ketika bertugas. Menyangkut itu, Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) berkolaborasi dengan All Young Muslima  mengadakan sharing session dengan mengangkat tema “Wanita : Bekarir atau Ibu Rumah Tangga?” di Kantorkuu, City Walk Sudirman.


Nikmatus Sholikah selaku President KJB mengatakan tema tersebut dipilih karena banyak temen-teman yang berprofesi sebagai jurnalis namun tetap menjalani profesi tersebut meski telah berumah tangga untuk saling berbagi pengalaman. 


” Kenapa milih tema ini untuk jadi bahan diskusi tuh karena tema ini banyak dirasakan oleh banyak perempuan, dan banyak dipikirin mau berkarir atau rumah tangga sih?. Khususnya, perempuan karir pasti mikirin ntar kalau sudah menikah mau bagaimana?, Mau jadi apa?. Nah, lewat sharing session ini mereka tuh jadi tahu bagaimana bagi waktu dengan keluarga tanpa harus meninggalkan profesionalan pekerjaan ,”  kata Nikmah  pada acara sharing session “Wanita: Berkarir atau Ibu rumah tangga?” , Sabtu (15/12) di Kantorkuu, City Walk Sudirman.

Dalam kesempatan yang sama, Ovi Sofianur yang merupakan seorang Jurnalis disebuah majalah perempuan di Jakarta mengungkapkan jika seorang perempuan memutuskan untuk tetap berkarir, mereka harus tetap memiliki kualitas yang baik saat bersama keluarga. Misalnya, dengan melepas handphone.


” Kalau kita suka ngeluh anak kita gadget terus yang dimainin, kita juga harus mengerem diri untuk tidak selalu kecanduan gadget. Karena enggak hanya anak-anak saja yang suka kecanduan gadget , ibunya pun bahkan enggak bisa lepas dari handphone. Jadi, kalau sudah dirumah lepas dulu deh, handphone jangan sering-sering cek whatsapp, sosmed lah,” kata Ovi.
Ia juga mengungkapkan gadget time tak hanga berlaku untuk sang anak, namun sang ibupun harus punya gadget time.

“Kita buatlah gadget time , enggak harus buat anak ,ibunya pun harus punya gadget time. Ya kalau penting banget soal kerjaan ya pasti kita di telpon deh ,gak harus selalu mengecek handphone,” tambahnya.
Selain Ovi, Ariesta Wahyu yang juga seorang jurnalis di salah satu stasiun tv sekaligus enterpreneur mengatakan seorang perempuan yang memutuskan untuk berkarir yang paling utama itu komunikasikan sebaik mungkin dengan pasangan.

“Harus komunikasi dengan pasangan jika seorang perempuan untuk berkarir, dan memberikan pemahaman mengenai profesi kita. Misalnya kita sebagai jurnalis yang notabennya berbeda dengan profesi lainnya yang memiliki waktu teratur,” kata Ariesta Wahyu.

Ia juga mengungkapkan management waktu sangat penting untuk keluarga.” Saya sebisa mungkin untuk pintar-pintar mengatur waktu, sebisa mungkin sebelum bekerja urusan anak harus sudah beres dulu.”
Dan ia juga mengungkapkan, harus menciptakan pekerjaan yang ramah anak. Jadi pekerjaan kita yang mengikuti kewajiban kita sebagai ibu, bukan sebaliknya. Sehingga anak-anak memiliki waktu banyak dengan ibunya.

Reporter : Ranov

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIFESTYLE