Connect
To Top

Islamic Fashion Institute Kembali Lahirkan Calon Desainer Fashion Muslim Untuk Mendunia

hanivamagazine.com – Islamic Fashion Institute kembali melahirkan desainer berbakat tanah air. Kesepuluh anak didik dari  angkatan ke-4 ini berhasil lulus dari sekolah fashion yang dikhususkan untuk desain fashion muslim ini. Mereka diharapkan siap bersaing di industri fashion tanah air dan internasional, khususnya fashion muslim dengan norma-norma Islam tentunya. Kesepuluh siswa yang berhasil lulus dengan karya-karya yang indah ialah Dwi Mustika Dantika, Felicia Joufrinne, Haliza Apriana, Mashita Andhani Prieska, Minatilah Maupurah, Rifdatul Khoiro, M.Firman, Putri Nur Kharisma, Shafiradita Farhani dan Siti Salma Nursabila mengangkat tema besar dalam graduationnya ini ‘Notre Voyage’ yaitu Perjalanan Kami.

Seluruh siswa tersebut diberikan tantangan untuk membuat sebuah karya fashion dengan kain dengan ukuran llima meter dan tidak ada yang boleh dibuang.  

Sekolah yang  didirikan oleh tiga desainer ternama Tanah Air yakni Deden Siswanto, Irna Mutiara, dan Nuniek Mawardi ini memberikan sistem pengajaran individual. Membina hubungan baik antara siswa dan instruktur, dimana para siswa akan dibimbing untuk fokus pada minat, latar belakang, dan pengalaman masing-masing. Bahkan tak segan untuk menerima calon siswa yang belum handal di dunia mendesain dan menjahit, diajarkan hingga menjadi desainer profesional.

“Selama sembilan bulan para siswa akan mendapat ilmu dari intruktur handal. Pada tiga bulan pertama, siswa akan diajarkan soal stylist. Kita juga akan memberikan pengajaran untuk mempersiapkan sebuah pertunjukkan, pemotretan ataupun media sosial,” jelas Hanni Haerani selaku Director sekaligus Kepala Sekolah Islamic Fashion Institute (IFI) , saat ditemui haniva magazine usai Graduation IFI batch 4 2018, Rabu (19/12) di Click Square, Bandung.

“Kemudian, sketsa dasar, kombinasi warna, penelitian fesyen, dan moodboard dasar. Selanjutnya para siswa menciptakan ikon pada industri fashion. Pada tiga bulan pertama ini akan dilangsungkan 23 kali pertemuan.”

Pada tahap kedua yakni tiga bulan selanjutnya, siswa akan diajarkan perihal fashion PR dan marketing. Di sini siswa akan mendapatkan bagaimana caranya promosi dengan kreatif melalui berbagai media, lalu sejarah mode adat atau kontemporer, pengetahuan tekstil, pemasaran fashion dan pemahaman produk. Lalu diajarkan pula cara membangun penelitian dan studi pasar dalam mode fashion muslim secara global.

Pada tiga bulan terakhir, siswa dituntut untuk secara profesional agar bisa menjadi seorang desainer seutuhnya. Tahap ini, siswa akan mempelajari kunci konsep fashion  desain dan bereksperimen dengan berbagai kain dan teknik. Dan tentunya, meskipun IFI mengedepankan nilai islami dalam setiap karya, namun tidak membatasi kekreatifitas setiap siswa dalam menciptkan fashion dengan ciri khas masing-masing.

Hanni juga mengatakan tak ada batasan umur dan profesi untuk dapat menjadi siswa di IFI. Untuk calon siswa, dapat mengeluarkan biaya pembelajaran sebesar 10.000.000 rupiah untuk satu tahun, mungkin nominal tersebjau lebih murah dibandingkan sekolah fashion lain yang bisa mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah hanya untuk pengajaran.

Dalam kesempatan yang sama, Nuniek Mawardi selaku salah satu founder IFI juga mengungkapkan, rasa bangga hadir dibenaknya saat melihat para alumni IFI yang sukses berkiprah di dunia fashion muslim. Ia bangga karena bisa menjadi bagian dari kesuksesan karier para siswanya.

“Kami merasa bangga dan menyentuh sekali bisa melihat para alumni IFI ini membangun kariernya sendiri. Lulusan IFI bisa terlihat jauh lebih percaya diri dibandingkan dengan pertama kali mereka sebelum belajar di sini,” jelasnya.

IFI berada di Click Square lantai 5A, Jalan Naripan. Jika ingin mendaftar menjadi siswa di IFI, syaratnya mudah yakni hanya perlu melakukan registrasi dan mengikuti tes fingerprint sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.


Reporter  : Ranov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in NEWS