Connect
To Top

Istana Alhambra. Jejak Peradaban Islam Di Eropa

hanivamagazine.com- Eropa adalah benua yang juga menyimpan jejak peradaban Islam. Salah satunya bisa dilihat dari keberadaan Istana Alhambra di kota Granada, kawasan Andalusia, Spanyol. Kini Istana tersebut dikenal sebagai tempat wisata urutan kedua yang paling sering dikunjungi wisatawan di Spanyol.

Istana Alhambra pada abad ke-9 hingga 14 M merupakan tempat tinggal penguasa muslim di Spanyol. Berdiri kokoh di puncak bukit di kota Granada, berdiri sebuah komplek istana berwarna putih.

Inilah Alhambra, saksi kejayaan peradaban Islam yang sempat menguasai semenanjung Iberia di Spanyol dan Portugal pada abad ke-9 hingga abad ke-14 M. Alhambra yang berarti merah dalam bahasa Arab awalnya dibangun sebagai benteng pada akhir abad ke-9 M.

Setelah tak digunakan lagi sebagai benteng, Alhambra sempat ditinggalkan begitu saja hingga direnovasi oleh Emir dinasti Nasrid, Mohammed ben Al-Ahmar, Emirat Granada pada pertengahan abad ke-13 M. Sultan Granada, Yusuf I kemudian mengubahnya menjadi istana pada tahun 1333.

Alhambra merupakan istana Islam terakhir yang dibangun untuk emir muslim terakhir di Spanyol, di ujung kejayaan dinasti Nasrid. Bangsa Moor, bangsa keturunan Afrika dan Arab yang berkuasa di Spanyol pada masa ini menyebut Alhambra sebagai mutiara di tengah zamrud, mengacu pada warna putih istana Alhambra.

Meski pada akhir abad ke-15 pasukan Kristen Spanyol berhasil merebut Alhambra dan menjadikannya istana mereka, namun Alhambra tetap dikenal sebagai contoh arsitektur Islam yang populer.

Reporter: Zacky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in CULTURE