Connect
To Top

Jenahara Tunjukkan 3 Sisi Hebat Perempuan Lewat WA.NI.TA

Hanivamagazine.com- Desainer modest fashion Jenahara Nasution memang dikenal dengan desain busana yang edgy, powerful, dan maskulin.  Meski dikenal sebagai sosok yang maskulin melalui desain-desainnya, Jenahara mengaku setiap wanita sebenarnya punya sisi feminin. Adakalanya ia kuat, tapi ada waktunya ia lembut dan rapuh.


Untuk itu, dalam perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival  (JFFF) fdi Hotel Haris Kelapa Gading Jakarta, ia memamerkan koleksi yang mewakili tiga sisi terkuat dalam perempuan yaitu: feminin, boyish, dan strong. Tiga karakter itu ia beri nama Chloe, Kira, dan Lennox yang tergabung dalam tema besar WA.NI.TA.


“Koleksi ini sebenarnya mewakili tiga sisi terkuat dalam perempuan yang juga ada pada diri aku sendiri. Perempuan itu nggak selamanya tomboy, pasti ada sisi femininnya juga,” terang Jenahara pada acara press conference di Hotel Haris Kelapa Gading hari Jumat (20/04).

Meski terdiri dari tiga aliran berbeda, Jenahara tetap menyuntikan benang merah yang sama. Ketiganya membawa motif tenun NTT yang diterjemahkan dengan cara berbeda.

Koleksi Chloe terlihat lebih lembut dan flowy dengan bahan satin dan warna cerah. Koleksi Kira terlihat lebih edgy dengan potongan unik dan dominan warna navy. Sedangkan koleksi Lennox terlihat tegas dengan warna keemasan dan potongan maskulin.
Pada kesempatan itu, Jenahara juga mengungkapkan brand value dari label busananya yaitu untuk memberdayakan perempuan. Untuk itu ia menghadirkan dua sosok inspriatif sebagai muse.  Mereka adalah Angkie Yudistia, perempuan tuna rungu pendiri Thisable Enterprise dan Iim Fahima CEO dan Founder Queenrides. Bagi Jenahara, dua wanita ini adalah contoh wanita yang berhasil memberdayakan perempuan  lainnya.


Angkie Yudistia yang merupakan lulusan S2 Komunikasi membuktikan bahwa penyandang disabilitas itu bisa bekerja secara profesional. Ia pun membangun Thisable Enterprise yang bergerak di bidang pemberdayaan difabel.

Iim Fahima memiliki sepak terjang yang tinggi dalam bidang digital. Kini ia sedang membangun Queenrides yang merupakan situs online pertama yang fokus meningakatkan kesadaran wanita akan pentingnya aman berkendara.

“Dulu saya pengen banget jadi desainer karena baju itu bisa jadi alat untuk meng-empowere orang lain. Ini sarana yang bagus banget. Orang yang memiliki penampilan yang baik itu bisa menginspirasi orang lain,” ujar Jenahara.

Melalui koleksinya ini, Jenahara berharap setiap perempuan  yang memakai koleksinya bisa percaya diri ketika bertemu orang lain. Dengan kepercayaan dirilah seseorang bisa menunjukkan dirinya dan bermanfaat untuk orang lain.
Reporter  : Ranov

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in FASHION