Connect
To Top

Kota Tua Hingga Kepulauan Seribu Akan Dijadikan Wisata Halal

hanivamagazine.com- Jakarta memiliki destinasi yang sangat beragam. Mulai dari wisata alam, sejarah, dan budaya. Salah satunya wisata dari Tanah Betawi untuk dijadikan wisata halal khas Jakarta. Rencana tersebut berawal dari Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain, Strategi, dan Rencana Aksi Wisata Halal Wilayah DKI Jakarta yang digelar di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta, pada Selasa (23/10).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman mengatakan FGD digelar agar Jakarta memiliki destinasi halal.

“Acara tersebut digelar untuk menyusun serta mensosialisasikan Desain, Strategi, Rencana dan Aksi (DSRA) DKI Jakarta. Makanya kita melibatkan berbagai pihak, utamanya yang tergabung dalam pentahelix stakeholder. Tujuannya untuk menciptakan Destinasi Pariwisata Halal yang berkualitas di DKI Jakarta,” papar Dadang, dalam keterangan tertulis Kamis (25/10).

Jakarta memiliki 4 kawasan yang dinilai layak untuk Pengembangan Destinasi Pariwisata Halal. Semuanya adalah destinasi utama di Jakarta seperti Kota Tua, Monas, Situ Babakan, dan Kepulauan Seribu.

“Destinasi-destinasi ini adalah yang terbaik di Jakarta. Dan sudah sangat dikenal di Indonesia, bahkan dikalangan wisatawan mancanegara. Pengembangan destinasi halal di tempat-tempat ini pasti memiliki value yang tinggi,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar, Riyanto Sofyan, menilai ada standar yang akan diterapkan.

“Desain, Strategi, Rencana dan Aksi (DSRA) yang dibuat, harus sesuai dengan global standard pariwisata halal. Tentunya, yang telah ditetapkan Kemenpar, yaitu Global Muslim Travel Index (GMTI),” ujar Riyanto.

Ada alasan mengapa GMTI dijadikan sebagai acuan. Tentunya agar kekuatan destinasi dapat diukur dan dibandingkan dengan destinasi-destinasi lainnya.

Setelah melalui sesi diskusi dan tanya jawab, dihasilkan sejumlah poin yang mendapat dukungan bersama. Pertama mengenai Pergub Pariwisata Halal. Pergub akan segera dikeluarkan menyusul Pembentukan Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal DKI Jakarta.

“Kemudian, Pemda DKI akan segera mengeluarkan kebijakan Insentif Fiskal seperti pengurangan pajak, subsidi sebagian biaya sertifikasi, dan lain-lain,” tambahnya.

Selain itu, ada pula insentif nonfiskal bagi pelaku usaha pariwisata halal. Dan yang terakhir, Pemprov DKI Jakarta menargetkan 2 juta kunjungan wisman Muslim di tahun 2020.

Menteri Pariwisata Arief Yahya puni sangat mendukung rencana pembentukan destinasi wisata halal di Jakarta. Sebagai ibu kota negara, Jakarta adalah tujuan dari banyak wisatawan mancanegara.

“Karena itu, destinasi di ibu kota harus dilengkapi. Termasuk dengan wisata halal. Buatah destinasi yang memiliki value. Yang mempunyai nilai jual ke wisatawan. Yang bisa membuat wisatawan berkunjung ke sana,” ungkap Arief.

Reporter : Ranov

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIFESTYLE