Connect
To Top

M.Firman Designer Lulusan IFI Optimis Jakarta Akan Jadi Pusat Mode Fashion Muslim Dunia Tahun 2020

Hanivamagazine.com – Islamic Fashion Intitute (IFC)  kembali melahirkan calon perancang busana modest yang siap terjun ke industri fashion local dan internasional. Salah satunya, M. Firman yang merupakan satu-satunya murid laki-laki yang lulus pada tahun keempat ini.  Dalam fashion show graduationnya, Firman mengangkat tema “Age of Steam” yang dimana ia menggabungkan style pada jaman  dimana manusia mulai menggunakan mesin bertenaga  uap dengan stlye fashion modern.

M. Firman saat konferensi pers Fashion Show Graduation IFI Batch 4, Rabu(19/12) di Click Square, Naripan, Bandung.

“Awalnya tuh terinspirasi dari steampunk, kalau sekarang kan jaman teknologi digital kan, nah kalau steampunk itu jaman uap. Tapi digabungkan dengan jaman sekarang. Nah, untuk menggambarkan jaman uap pada saat itu saya gambarkan pada desain saya,” Kata Firman saat ditemui Haniva Magazine usai fashion show Graduation Batch 4, Rabu (19/12) di Click Square, Naripan, Bandung.

Firman juga mengungkapkan alasannya kenapa ia  memilih berkecimpung lebih dalam kedunia fashion. Menurutnya,  fashion muslim perempuan lebih mudah dikreasikan dan mempunyai pasar yang luas sehingga lebih menjanjikan dalam segi bisnis.

 “Kenapa saya milih belajar fashion, terutama fashion muslim perempuan, karena kan diluar fashion perempuan lebih banyak diminati dan lebih mudah dikreasikan.  Dan karena Saya  basicnya IT dan membangun E-Commerse jadi saya cari data di Google busana muslim itu banyak dicari konsumen . Nah, dari situ saya mulai menceburkan diri ke dunia fashion dan pelajari lebih dalam lagi soal desainnya. Dan nantiny akan jadi brand sendiri,” ungkap cowok yang menjadi best performers pada fashion show graduation IFI ini.

Disamping itu, memasuki tahun 2019 Firman juga memiiliki prediksi tren fashion muslim yang akan keluar. “ Tren 2019, pandangan saja lebih ke baju-baju yang natural. Kan sepanjang tahun ini, lebih ke pastel mungkin tahun depan masuk ke warna-warna bold dan natural.”

Dan jika dikaitkan dengan misi untuk menjadikan Indonesia, terutama Jakarta sebagai pusat fashion muslim dunia, Ia mengungkapkan sangat optimis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat mode fashion muslim dunia seperti layaknya Paris dan New York sebagai pusat fashion dunia.

“Kalau menurut saya, pasti bisa karena kita juga muslim terbesar didunia kan , dan pasarnya juga lebih banyak. Kalau dilihat dari brand sih , brand local untuk busana muslim lebih unggul jadi ya pasti bias buat Indonesia jadi pusat mode muslim dunia.”

Dalam karya  yang ia tampilkan pada fashion show graduation IFI 2018, Firman memamerkan jaket unfinished oversize. Ia juga mengaplikasikan siluet i-line nuansa warna coklat, hijau, dan biru mendominasikan koleksi yang disempurnakan oleh sentuhan printing unik motif newspaper era mesin uap. Ia juga menggunakan material stone washed denim, baby canvas dan linen dengan pemilihan siluet i-line menggambarkan karakter seorang yang pekerja keras yang praktis dan gesit.

Reporter :  Ranov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in FASHION